SUGENG RAWUH SEDEREK-SEDEREK
SELAMAT MENIKMATI

Laman

Search This Blog

Thursday, November 7, 2013

CONTOH KHUTBAH JUM'AT



KHUTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
قال الله تعالى في القرآن العزيز: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...
Jama’ah salat jum’at yang dirahmati Allah!
Belum lama, 3 hari yang lalu terjadi pergantian tahun (1434-1435 H). Pada akhir tahun semua orang serentak menadahkan tangan ke atas dan bermunajat kepada Allah seraya memanjatkan doa akhir tahun mengharapkan ampunan Allah atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat pada tahun yang akan segera berganti. Dan kemudian pada awal tahun semua orang memanjatkan doa awal tahun kepada Allah mengharapkan pergantian tahun sebagai pijakan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas ibadah, iman, dan akhlak melebihi iman, ibadah dan akhlak pada tahun yang sudah lewat.
Setelah kita meminta ampun kepada Allah, menyadari dosa-dosa yang telah diperbuat dan bertaubat pada akhir tahun, kemudian pada awal tahunnya kita berikrar kepada Allah untuk tidak kembali melakukan dosa-dosa yang telah diperbuat dan menjadi hamba Allah yang lebih baik, marilah kita teliti apa sumber dosa dan kejelekan yang selama ini kita perbuat. Dengan mengetahui sumbernya, maka kita dapat mengontrol diri kita untuk tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tercela dan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela tersebut.
Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak yang luhur dan mulia. Oleh karena itu, banyak dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan kita untuk memiliki akhlak yang mulia dan menja'uhi akhlak yang tercela. Demikian pula banyak dalil yang menunjukkan pujian bagi pemilik akhlak baik dan celaan bagi pemilik akhlak yang buruk. Salah satu akhlak buruk yang pertama harus kita hindari adalah sikap sombong.
Menurut Al-Ghazali, sombong adalah suatu sifat di dalam jiwa yang tumbuh dari penglihatan nafsu. Sifat ini bermula dari virus hati yang menganggap dirinya paling lebih dalam hal-hal tertentu. Sedangkan orang lain dalam pandangannya adalah hina dan lebih rendah darinya.
Secara tidak langsung orang yang sombong telah menganggap dirinya sama dengan Allah. Kesombongan adalah selendang Allah dan Dia-lah yang berhak untuk sombong. Oleh karena itu Allah SWT sangat melarang para hambanya untuk bersikap sombong, sebagaimana firman-Nya:
وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (١٨)
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Luqman: 18)
لا جَرَمَ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ (٢٣)
Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23)
Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Akibat
Kesombongan adalah dosa yang begitu besar, hingga jika seseorang yang dalam hatinya tersimpan kesombongan seberat biji sawi pun, maka ia tidak akan masuk surga, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim)
Demikianlah yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Di dalam hadis tersebut Nabi memberikan isyarat bahwa kita tidak boleh main-main dengan penyakit sombong. Karena kesombongan sekecil apapun dapat mengakibatkan kita tidak dapat masuk surga. Mengapa bisa demikian? Nabi Muhammad sudah menjelaskan dua kriteria sifat sombong di dalam hadis tersebut, yaitu:
1.      بطر الحقّ, (menolak kebenaran). Orang yang mempunyai sifat sombong adalah orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran. Meraka menolaknya dan bahkan menganggap kebenaran tersebut sebagai kesalahan. Orang yang rajin beribadah, namun jika di dalam ibadahnya tersebut terdapat sedikit saja kesombongan, maka ibadahnya akan sia-sia. Ketika seseorang melakukan perbuatan tercela, berarti di dalam hatinya terdapat sifat sombong, yaitu kesombongan untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Bahkan dia mengabaikan ancaman dan hukuman yang telah Allah siapkan baginya. Oleh karena itu, perbuatan tercela seperti apapun, pasti bermula dari adanya sifat sombong. Allah SWT pun berfirman:
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ (١٤٦)
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya”. (QS. Al-A’raf: 146)
2.      غمط الناس, (menghina orang). Sifat sombong dapat merubah manusia menjadi gelap mata. Ketika seseorang mempunyai sifat sombong, maka ia menganggap dirinya lebih unggul daripada orang lain dan kemudian membuat dia mudah untuk menghina dan meremehkan orang-orang yang berada di bawahnya. Dua pihak yang pada awalnya memiliki ikatan persaudaraan yang sangat kuat, hanya karena sifat sombong dapat berubah menjadi perang saudara, saling menyakiti, saling memukul dan bahkan hingga saling membunuh.
Inilah alasan mengapa orang yang memiliki penyakit sombong tidak dapat masuk surga. Penyakit sombong adalah gerbang munculnya perbuatan-perbuatan tercela dan tidak baik.
Sifat sombong adalah virus yang sangat berbahaya. Virus ini dapat menggerogoti aqidah, iman, amal, pahala, dan rasa sosial manusia. Ketika virus ini bersarang dihati manusia, maka ia akan merusak fungsi-fungsi anggota tubuh manusia, sehingga anggota-anggota tubuh tersbut tidak akan berfungsi normal dan sebagaimana mestinya. Mulut yang dianugerahkan Allah untuk digunakan berdzikir dan berbicara baik, berubah menjadi mulut yang sering mencela, membicarakan kejelekan orang lain, berbohong dan sebagainya. Tangan yang semestinya digunakan untuk menolong orang lain, berubah menjadi tangan yang sering menyakiti orang lain. Tubuh menjadi malas untuk melakukan ibadah. Seperti itulah bahaya dari sifat sombong yang bersarang di hati manusia.
Jama’ah salat jum’at yang dirahmati Allah!
Kita harus mencontoh akhlak Rasulullah SAW, beliau adalah Utusan Allah dimuka bumi ini, Nabi yang dimuliakan, ma’shum, seorang pemimpin besar, guru besar dan dilahirkan dari keluarga yang sangat terpandang di masyarakat, Namun beliau tidak pernah sedikitpun merasa sombong atas semua itu, itu semua adalah titipan dan amanah dari Allah yang harus dijaga. Oleh karena itu, ketika beliau dicaci, dilempar batu dan kotoran oleh orang-orang kafir, beliau tak sedikitpun marah, bahkan beliau senantiasa mendoakan mereka dan apabila mereka membutuhkan bantuan, maka beliau tidak akan ragu-ragu untuk membantunya. Beliau juga tidak pernah mencela, menyalahkan,dan mencaci orang-orang yang tidak mau mengikuti ajaran-ajaran beliau. Allah memerintahkan kita hanya untuk Amar ma’ruf dan nahi munkar, bukan untuk mencaci dan merendahkan mereka. Sifat rendah hati beliau yang seperti itulah yang menjadikan beliau sebagai manusia yang mulia yang mampu membuat orang-orang diseluruh penjuru dunia ini berbondong-bondong untuk masuk Islam.
Allah SWT berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariat: 56)
Firman Allah tersebut memberitahukan bahwa kita hidup adalah sebagai abdi Allah yang hanya mempunyai kapasitas sebagai seorang hamba yang menyembahnya, bukanlah sebagai tuan layaknya manusia yang sombong. Oleh karena itu, seorang hamba hendaknya untuk senantiasa berendah hati.
Jama’ah salat jum’at yang dirahmati Allah!
Semua orang berpotensi untuk terkena penyakit sombong, entah itu tua-muda, kaya-miskin, laki2-perempuan, guru-siswa, kiyai-santri, pintar-bodoh, atasan-bawahan dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, mari kita semua bersama-sama untuk menghindari sikap sombong mulai dengan mengenali diri kita sendiri.
Manusia hanyalah seorang hamba dan tidak memiliki kuasa sedikitpun.
Segala apa yang kita miliki sekarang adalah titipan dari Allah Sang Pemilik semua itu.
Tidak berhak menyombongkan apapun yang kita miliki
Menghindari sifat sombong akan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Demikian sebaliknya, membiasakan dan membudayakan sikap rendah hati akan membuahkan perbuatan-perbuatan yang baik. Mari tanamkan dan ajarkan anak-anak kita terlebih dahulu sikap rendah hati, baru kemudian kita ajarkan mereka pengetahuan dan keterampilan. Sehingga pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki tidak akan memberikan kerusakan, melainkan akan mampu memberikan kemajuan, ketentraman dan kedamaian bagi bangsa dan agama.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ الذي جعل محمدًا رحمة للعالمين، وأغاث برحمته عموم المخلوقين. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وعِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَعن سَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.
Ya Allah! Jauhkan kami dan lindungi kami dari sifat sombong, agar kami dapat menjalankan ibadah kepada-Mu dengan khusyu’. Ya Allah! Bersihkan tanah air kami tercinta ini dari wabah penyakit sombong agar negara ini senantiasa damai dan tentram. Ya Allah! Ampuni kami jika selama ini kami membiarkan tubuh ini bergelimangan sifat sombong.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Bagi yang ingin download text khutbah jum'at di atas silahkan lewat SINI

Thursday, October 31, 2013

MU'JAM AL-MUFASHAL FI AL-I'RAB



I.         BIOGRAFI KITAB المعجم المفصل في الإعراب.



Nama Kamus              : المعجم المفصل في الإعراب.
Pengarang                   : Thohir Yusuf Al-Khatib
Pengoreksi                  : Dr. Amil Badi’ Ya’qub
Penerbit                      : Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah
Tempat Terbit             : Beirut
Tahun Terbit               : 2000
Cetakan Ke                 : Tiga (3)
Bahasa Tranliterasi     : Arab-Arab
Jumlah Kosakata        : 487 Kata
Jumlah Halaman         : 542

II.     TELA’AH DAN PANDANGAN PENULIS TERHADAP المعجم المفصل في الإعراب.
Kitab ini merupkan kamus berbahasa Arab yang menerangkan tentang i’rab beberapa kosakata (mufradat) di dalam bahasa Arab dengan tinjauan disiplin ilmu nahwu. Jadi di dalam kamus ini hanya memuat penjelasan yang berbau ilmu nahwu saja, tidak menyangkut masalah sharaf ataupun balaghah.
Di dalam kamus ini setiap kosakata-kosakata yang ingin dicari dijelaskan dengan penjelasan yang ditinjau dari segi ilmu nahwu. Setelah menjelaskan kosakata tersebut, Pengarang memberikan contoh-contoh berupa kalimat yang memuat kosakata tersebut, adakalanya contoh-contoh tersebut diambilkan dari ayat-ayat Al-Qur’an seperti contoh pada halaman 453:
هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الأنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (آل عمران: 119)
Dan ada juga yang berupa syair seperti pada halaman 340:
لاتَقْرَبَنَّ الدَّهْرَ آلَ مُطَرَّفٍ ۝ إنْ ظالمًا أبدًا وإنْ مَظْلوْمًا
Atau berupa qoul (perkataan orang lain) seperti pada halaman 442:
نحو قولهم: ((نَاشَدْتُكَ اللهَ إِلاَّ رحمْتَنِيْ))
Atau juga berupa ilustrasi dari Pengarang pribadi seperti yang terdapat pada halaman 118:
نحو: ((جاء خالدٌ بعيْنِه))
Setelah disebutkannya contoh-contoh seperti tersebut, kemudian Pengarang memberikan penjelasan mengenai satu persatu kosakata yang ada di dalam contoh-contoh tersebut, yaitu berupa peng-i’rab-an.
Dengan berbagai alasan tersebut dapat Penulis simpulkan bahwa kamus ini termasuk jenis Kamus Tematik (معاجم المعاني), dengan pertimbangan utama bahwa kamus ini hanya menitikberatkan pada penjelasan, penjabaran fungsi dan peng-i’rab-an kosakata-kosakata dari sisi ilmu nahwu saja. Kamus ini mempunyai bandingannya, yaitu المعجم المفصل في الصرف yang dikarang oleh Raaji Al-Asmar.
Setelah Penulis mengamati kamus ini dengan saksama, dapat ditemui bahwa asas penyusunan yang dipakai Pengarang dalam menyusun kamus ini adalah asas alfabetis (al-faba’iy) atau tartibu al-huruf.
Sedangkan teknik yang dipakai dalam pemakaian kamus ini belum Penulis temukan penamaannya secara baku di dalam literatur ilmu leksikal yang sudah Penulis baca. Akan tetapi Penulis akan tetap menjelaskan secara ringkas mengenai teknik yang bisa dipakai dalam menggunakan kamus ini. Seseorang yang hendak memakai kamus ini untuk mencari kosakata-kosakata, ia bisa menuju langsung pada bab huruf awal dari kata tersebut. Contohnya:
Ketika kita ingin mencari kata إِذَا, kita bisa mencarinya pada bab hamzah. Setelah itu kita bisa mengurutkan hurufnya dari awal sampai akhir dalam mencari kata tersebut pada bab hamzah. Huruf pertama setelah hamzah adalah dzal, baru kemudian alif (إ - ذ - ا). Hal ini dikarenakan dalam bab hamzah tentunya terdapat banyak kata yang di awali dengan huruf hamzah. Seperti contoh demikian:
(أ)
1.       أب

2.       أبًا

3.       إذَا


Teknik tersebut dapat diaplikasikan ketika seseorang ingin menggunakan cara manual. Namun, sebenarnya ia bisa dengan mudah menemukan kata yang ia cari tanpa cara manual, karena di dalam kamus ini sudah tersedia daftar isi yang terletak di halaman paling belakang. Akan tetapi dalam pemakaian daftar isi tetap menggunakan teknik manual seperti tadi, hanya saja pada daftar isi dapat mempermudah pembaca dalam mencari halaman.
Model penulisan isi di dalam kamus ini adalah memakai harakat, walaupun tidak secara keseluruhan Pengarang memberikan harakat. Pengarang hanya memberikan harakat pada kedudukan huruf-huruf yang krusial saja.
Adapaun penataan kontennya adalah; pada halaman 1-4 berupa cover dalam, halaman 5-6 berisikan muqadimah dari Pengarang, halaman 7-488 memuat isi utama kamus, halaman 489-518 berisi contoh peng-i’rab-an oleh Dr. Amil Badi’ Ya’qub pada tujuh ayat dari surat Al-Fatihah dan dua puluh lima ayat dari surat Al-Baqarah, dan pada halaman 519-542 berupa daftar isi kitab ini.
Thohir Yusuf Al-Khatib dapat mengarang kamus ini setelah pengalamannya selama 25 tahun. Di dalam menyusun kitab ini ia juga mendapatkan bimbingan langsung dari gurunya, yaitu Dr. Amil Badi’ Ya’qub. Hal penting yang mendasari dikarangnya kamus ini adalah karena kebutuhan dari para pelajar akan pehaman i’rab dengan cara yang tepat dan mudah difahami. Pada hal ini para pelajar menganggap i’rab sebagai masalah yang sangat sulit untuk dipelajari. Oleh karena itu Pengarang mencoba mengurangi tingkat kesulitan yang ada di dalamnya dengan menulis kamus ini.

III.  KELEBIHAN KITAB المعجم المفصل في الإعراب.
Kamus ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu:
1.      Sistematika penyusunannya menggunakan asas alfabetis sehingga mempermudah pembaca dalam mencari kosakata.
2.      Dilengkapi dengan daftar isi pada halaman paling akhir, sehingga pembaca lebih mudah untuk mencari kosakata beserta halamannya. Hal ini berbeda dengan kebanyakan kamus yang tidak menyediakan fasilitas daftar isi.
3.      Selain masalah peng-i’rab-an, di dalam kamus ini juga memuat penjelasan dan keterangan seputar kosakata yang ada di dalamnya, sehingga pembaca tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai peng-i’rab-an kata saja, melainkan ia juga mendapatkan pengetahuan yang bersangkutan tentang kosakata tersebut.
4.      Pembahasannya diuangkapkan secara lugas, ringkas dan jelas.
5.      Uslub dan susunan kalimat yang dipakai sangat mudah dipahami, sehingga mempermudah bagi pemula sekalipun.
6.      Model penulisan isinya memakai harakat, walaupun tidak secara keseluruhan Pengarang memberikan harakat. Pengarang hanya memberikan harakat pada kedudukan huruf-huruf yang krusial-krusial saja.
7.      Penjelasan kosakatanya tidak menggunakan sistem paragraf monoton (berbentuk paragraf semua tanpa tanda baca atau penanda khusus), akan tetapi di dalam kamus ini juga memberlakukan sistem numbering pada setiap pengklasifikasian, titik dan koma, dan pemberian tanda kurung pada hal-hal yang dikira penting. Hal ini tentunya sangat membantu dan memudahkan dalam pembacaan dan pemahaman. Hal ini tidak seperti ketika kita membaca kitab-kitab kuno yang memakai sistem paragraf monoton, sehingga bagi para pemula sekalipun agaknya merasa kurang semangat dengan serentetan paragraf yang monoton.
8.      Dalam penyebutan contoh yang diambil dari Al-Qur’an, selalu diberikan footnote yang berisi identitas ayat tersebut, yaitu berupa nama surat dan nomor ayat. Hal ini memudahkan para pembaca yang tidak hafal Al-Qur’an untuk mencari kembali ke dalam Al-Qur’an untuk mengecek keafsahan ayat yang dipaparkan, atau pada Al-Qur’an terjemahan apabila ingin mengetahui arti dari ayat tersebut.
9.      Di bagian akhir disertakan contoh peng-i’rab-an yang berkala cukup besar, bukan satu kalimat lagi, melaikan beberapa kalimat yang berkesinambungan, yaitu tujuh ayat dari surat Al-Fatihah dan dua puluh lima ayat dari surat Al-Baqarah.
10.  Di dalam penjelasan kamus ini tidak dimuat perbedaan pendapat atau ikhtilaf para ulama’, sehingga bagi pemula tidak begitu rumit dalam menghadapi perbedaan-perbedaan tersebut.
11.  Selain pembaca yang sudah mahir, kamus ini juga dapat menjangkau pembaca dari kalangan pemula karena pembahasannya yang lugas dan mudah dipahami.

IV.  KELEMAHAN KITAB المعجم المفصل في الإعراب.
1.      Pengkombinasian penjelasan yang terperincin agaknya membuat kitab ini sedikit terlihat seperti kitab ulasan, buka sebagai kamus.
2.      Dalam masalah peng-i’rab-an contoh-contoh yang berupa ayat Al-Qur’an tidak diutarakan perihal pendapat ulama’-ulama’ lain, terutama ulama’ tafsir, karena ketika kamus ini membahas dan meng-i’rab-i suatu ayat, tentunya dalam beberapa hal tidak akan lepas dari yang namanya ilmu tafsir, dan dari sanalah terdapat hubungan apakah i’rab yang dipaparkan merupakan pendapat dan pemikiran-pemikiran para mufassirin yang sudah masyhur dan teruji kedhobitannya. Hal ini dipandang sangat perlu karena ketika seseorang berurusan dan dihadapkan dengan Al-Qur’an yang menjadi kitab suci dan pedoman hidup, tentunya ia tidak akan secara sembarangan mengambil penjelasan mengenainya.
3.      Dalam masalah pemberian contoh yang berupa syair seperti halnya yang terdapat pada halaman 340-341, Pengarang tidak menyebutkan nama pemilik atau pembuat syair tersebut.
4.      Tata kosakata terlihat tidak teratur, karena ternyata selain kosakata (kalimah), di dalam kamus ini juga terdapat kalimat (jumlah) dan semua itu pun tercampur tidak rapi dan agaknya terlihat sedikit tidak konsisten. Seperti contoh:
نَوْلُكَ أَنْ تَفْعَلَ كَذَا، ها أَنَذَا، ها نَحْنُ أُولاَء، ناشَدْتُكَ اللهَ
5.      Pada bagian daftar isi hanya dimuat daftar halaman dari kosakata yang menjadi isi inti kamus ini. Hal ini akan sedikit mengecoh pembaca yang tidak teliti dan kurang cermat, bahwa setelah pembahasan mufradat selesai, yaitu pada halaman setelah itu terdapat contoh penjabaran tentang peng-i’rab­-an dari Dr. Amil Badi’ Ya’qub. Dan hal ini pun tidak tercantum di dalam daftar isi. Ini bisa mengurangi ke efektifan penyertaan contoh yang diberikan oleh Dr. Amil Badi’ Ya’qub, karena yang seharusnya dapat memberikan contoh dan pemahaman yang lebih malah tidak diketahui pembaca dengan alasan tidak tahu. Hal ini didasari oleh kebiasaan ketika sebuah buku disertakan daftar isi, maka si pembaca akan lebih berpatokan pada daftar isi selama memakai buku tersebut. Dan itu merupakan salah satu fungsi daftar isi, yaitu memberikan panduan pada sang pembaca.

V.     SARAN
Selain memuat kosakata-kosakata, seyogyanya di dalam kamus ini juga disertakan istilah-istilah yang berkenaan dengan masalah peng­-i’rab-an beserta contoh-contohnya. Hal ini dipandang cukup perlu untuk membantu kemudahan pelajar dalam mendalami ilmu peng-i’rab-an. Sehingga selain mempunyai fungsi mempermudah pemahaman para pelajar, kamus ini juga akan terlihat cukup memuat banyak materi dan para pelajar pun bisa berbondong-bondong untuk memakai kamus ini sebagai pegangan utama karena isinya yang terbilang cukup lengkap daripada kamus-kamus yang lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

Thohir Yusuf Al-Khatib, Al-Mu’jam Al-Mufashal Fi Al-I’rab, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, 2000).



Bagi yang mau download review kamus "المعجم المفصل في الإعراب" di atas silahkan lewat DI SINI